MAKNA SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 PADA BANGSA INDONESIA DI TAHUN 2015

Telah tercatat dalam sejarah bahwa Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari yaitu pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jl. Kramat Raya 106 Jakarta pada sidang pleno ke-3 tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda (Wikipedia; Jakarta.go.id).

Bunyi Kalimat Sumpah Pemuda (Jakarta.go.id):
Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah yang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa yang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda Pada Saat Pergerakan Kemerdekaan Kemerdekaan.

Dari peristiwa dan bunyi kalimat sumpah pemuda 28 oktober 1928, pada saat masa pergerakan kemerdekaan dapat dimaknai sebagai berikut:
1. Atas kesadaran bahwa berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu yaitu Indonesia dalam sumpah pemuda bermakna sebagai lahirnya bangsa Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa lahirnya bangsa Indonesia dibidani oleh para pemuda pada tahun 1928.

2. Sumpah Pemuda 1928 memunculkan nama Indonesia sebagai bangsa, maka Sumpah Pemuda memberikan identitas pada bangsa dan menyadarkan bawa kita adalah bangsa Indonesia.

3. Sumpah Pemuda mendorong semangat pergerakan kemerdekaan, karena adanya kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah satu. Sehingga sumpah pemuda bermakna sebagai pendorong semangat perlawanan terhadap kolonialisme agar bangsa Indonesia segera merdeka.

4. Sumpah Pemuda juga bermakna sebagai peletak dasar rasa nasionalisme Indonesia, solidaritas dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, suku, ras, agama maupun golongan.

5. Sumpah pemuda membuktikan bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa. Pemuda telah memberi inspirasi, idealisme, pikiran, semangat, tenaga bahkan jiwanya sekalipun pada bangsa. Posisi pemuda sangat vital kedudukannya pada sebuah bangsa.

Makna Sumpah Pemuda Di tahun 2015

Memaknai sumpah pemuda 28 Okteober 1928 di tahun 2015 tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Sebelum memaknainya sebaiknya kita kita ingat dulu peristiwa kekinian yang berhubungan dengan bangsa Indonesia.

Sepuluh besar permasalahan bangsa Indonesia di tahun 2015 berikut ini disusun oleh Koran Anak Indonesia berdasarkan besarnya perhatian masyarakat dan besarnya dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dan bangsa ini (Revolusimentalindonesia.wordpress.com):
1. Korupsi sebagai penyakit bangsa yang belum teratasi
2. Ketidak Percayaan masyarakat terhadap Lembaga peradilan dan Penegak hukum
3. Krisis ketidakpercayaan dan demoralisasi pada politikus di DPR
4. Buruknya sistem birokrasi di pemerintahan mulai dari level paling bawah hingga ke atas
5. Hancurnya Perekonomian Global yang sedikit berimbas pada perekonomian bangsa
6. Permasalahan Korupsi Nazarudin dan beberapa elit Partai demokrat
7. Masalah NARKOBA yang mengancam generasi produktif bangsa ini
8. Angka Kemiskinan dan pengangguran yang masih besar
9. Masalah kesejahteraan dan kesehatan yang masih mengancam khususnya HIV AIDS, malnutrisi (kurang gizi) dan kesehatan ibu dan anak
10. Kekerasan dan pengabaian hak terhadap kaum lemah khususnya anak, perempuan dan kaum miskin

Dai sisi lain, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melihat sedikitnya ada delapan tantangan yang harus diatasi seluruh pemangku kepentingan di Tanah Air dalam waktu delapan bulan tersisa Jelang MEA 2015. Kedelapan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Konektifitas antar-wilayah yang masih rendah dalam mendukung lalu lintas barang dan jasa.  2. Kompetensi sumber daya manusia terampil yang belum maksimal
3. Infrastruktur yang belum memadai
4. Konsentrasi industri dan kegiatan ekonomi masih terpusat di Pulau Jawa
5. Daya saing suplai domestik relatif rendah
6. Akses permodalan yang masih sulit dijangkau
7. Regulasi pusat dan daerah yang belum singkron
8. Ekonomi nasional masih bergantung pada komoditas primer dan hanya berorientasi pada pasar domestik (Resty A) 

Dari sisi Kepemudaan, dari berbagai sumber telah nyatakan bahwa banyak permasalaha pada pemuda - remaja tahun 2015 ini seperti:

1. Banyaknya penyalahgunaan narkoba oleh para pemuda - remaja.
Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan bahkan prediksi pada 2015 diperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia akan mencapai 5,8 juta jiwa. Pada tahun 2014 telah mencapai 4 juta jiwa. Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin yang disampaikan Direktur TPUL, Jaksa Agung Muda Tingkat Pidana Umum Kejagung RI Ahmad Djainuri, pada Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Narkotika (Merdeka.com).

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan mencatat hingga Juli 2015 ini, lebih dari 16.000 pemuda di provinsi setempat menkonsumsi atau menyalahgunakan narkotika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya lainnya. "Sekarang ini di Sumsel terdapat sekitar 98.000 orang pengguna narkotika, zat adiktif dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba). Dari jumlah itu sekitar 16.000 orang lebih tergolong pemuda, pelajar dan mahasiswa," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Pol M Iswandi di Palembang, Kamis (23/7/2015) (Sinarharapan.co).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, setiap hari 40 rakyat Indonesia meninggal karena narkoba. "Kebanyakan korban berusia muda," ujarnya ketika memberikan ceramah di hadapan peserta Majelis Sidang Gereja Protestan AM (GPI) se-Indonesia di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2015). Berdasarkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Tanah Air, ia memaparkan, saat ini pengguna narkoba mencapai 2,2 persen atau 4,5 juta orang dari total populasi penduduk berusia 10-59 tahun. Sebanyak 1,2 juta pecandu narkoba sudah tidak bisa direhabilitasi lagi (Sinarharapan.co)

2. Banyaknya penyalahguaan internet oleh pemuda - remaja.

Internet memilki banyak kelebihan. Banyak proses kerja dan komunikasi menjadi lebih cepat dengan bantuan internet. Kelebihan yang dimiliki oleh internet ini, banyak disalahgunakan, diantaranya: konten – konten yang tidak bertanggung jawab (pornografi), ancaman virus, penyalahgunaan fasilitas internet banking, pencurian karya cipta, dan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab. Dari sekian penyalahgunaan internet yang telah disebutkan, dilakukan oleh dan menghawatirkan bagi remaja terutama konten pornografi (Teknokompi)

Tindak  kriminalisasi di kalangan remaja akibat penyalahgunaan internet cukup memprihatinkan.  Pasalnya, dari data Departemen Pendidikan ternyata 80 persen kriminalisasi  yang dilakukan remaja diakibatkan oleh   penyalahgunaan internet. Kesimpulan itu diungkapkan Ahmad  Sampurna, dosen Komunikasi fakultas  Dakwah IAIN Sumut pada seminar dampak  penggunaan internet dan  facebook bagi generasi muda di aula kampus UMSU, (Beritasore.com)

3. Banyaknya Kecanduan internet pada pemuda – remaja

WowKeren.com Penelitian yang diadakan oleh Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), UNICEF dan Harvard University ini mengambil sampel 400 remaja berumur 10-19 tahun yang tersebar di 11 provinsi Indonesia. Hasilnya ternyata sungguh mengejutkan, hampir 80 persen remaja di Indonesia kecanduan internet.

Sebuah hasil studi baru dari Universitas Hong Kong menunjukkan tentang kecanduan internet yang saat ini dialami oleh ratusan juta penduduk dunia. Hasil studi itu mengungkapkan bahwa 6 persen dari populasi dunia kecanduan internet. Populasi dunia saat ini diperkirakan sekira 7 miliar orang, dan 6 persen dari jumlah itu atau sekira 420 juta di antaranya kecanduan internet. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. Penelitinya bernama Cecilia Cheng. (Andina Librianty)

Republika.co.id, Kemajuan teknologi informasi dan komuniksi (internet) berpotensi memberi dampak buruk, khususnya pada golongan usia anak-anak dan remaja. Menurut psikolog pendidikan asal Yogyakarta, Niken Iriani LNH MSi Psi, anak-anak yang kecanduan internet, tidak memiliki kemampuan berpikir logis. Pikiran anak-anak yang kecanduan internet sangat instan, tidak memiliki daya juang dan tidak mandiri. Sebab, tidak bisa lepas dari ketergantungannya terhadap internet. Yang lebih parah lagi, kata Niken, anak menjadi malas. “Memang ada anak-anak yang menjadi kreatif berkat internet, namun sebagian besar pecandu internet, daya kreatifitasnya menjadi tumpul. Bahkan sifatnya cenderung hedonistis,’’ katanya menambahkan. Menurut dia, anak-anak yang sering main game online banyak yang ketagihan. Sehingga menjadi malas belajar dan bahkan membuat anak bermusuhan dengan orangtua maupun sekolah. Permusuhan muncul, karena terjadi perbedaan cara berpikir anak dengan orang tua maupun sekolah.

Menurut Shu Xian, Hal negatif yang ditimbulkan internet, antara lain:
a. Membuat remaja menjadi malas, karena waktu untuk bekerja membantu orang tua atau belajar tersita untuk berinternet, sehingga tugas-tugas sekolah sering terlantar.

b. Para remaja menjadi terlalu bergantung pada internet dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

c. Pikiran para remaja teracuni oleh sesuatu yang dapat merusak moral seperti film, gambar, foto, bacaan, dll. yang bersifat pornografi.

d.  Sosialisasi remaja dalam masyarakat berkurang, karena para remaja menjadi lebih suka dan nyaman bersosialisasi dalam dunia maya. Mereka jarang keluar rumah, mereka lebih suka berinternet hingga lupa waktu.

e. Penipuan melalui jejaring sosial di dunia maya (Menimbulkan Kejahatan penculikan terhadap remaja)

f. Penipuan dalam jual beli online.

Menurut Ade Mayrani, Internet tidak sepenuhnya berdampak baik bagi pendidikan. Bahkan banyak sekali dampak negatif Internet terhadap dunia pendidikan. Berikut adalah dampak-dampak negatif Internet bagi pendidikan:
a. Internet sebagai media pembelajaran tidak efektif pemanfaatannya. Daya kreativitas peserta didik menjadi rendah akibat terbiasa bergantung pada Internet. Hingga tugas-tugas mudah yang diberikan oleh guru yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri pun mengandalkan Internet.

b. Internet membawa pengaruh buruk terhadap pola kepribadian siswa. Siswa menjadi pribadi yang malas dan candu Internet. Siswa lebih suka duduk berlama-lama di depan layar komputer demi menjelajah dunia maya dibanding membaca buku. Jam belajar menjadi berkurang dan prestasi siswa menurun.

c. Maraknya berbagai penyalahgunaan Internet seperti pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan benci (hate speech). Tindakan criminal yang memanfaatkan media Internet seperti penyelundupan obat-obatan terlarang, berbagai bentuk penipuan yang tentunya sangat merugikan, penculikan melalui facebook, kematian Brandon Vedas akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas bersama teman-teman chatting IRCnya, Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online Everquest, dan Brandes yang ditikam kemudian dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam internet, dan masih banyak lagi.

d. Internet juga semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena makin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan. Tindakan ini sangat meresahkan penulis dan pengarang Indonesia.

Ketika di tahun 1928 para pemuda telah membuktikan dirinya sebagai tulang punggung bangsa namun di tahun 2015 banyak dari berbagai fihak yang meyatakan bahwa para pemuda banyak yang melakukan hal hal yang negatif. Hal ini memang tidak bisa ditoleri walaupun kemungkinan bahwa perbuatan para pemuda yang demikian ada andil dari banyak fihak yang mempengaruhinya.

Di banyak permasalahan bangsa tahun 2015 semestinya para pemuda juga menjadi pelopor kebangkitan bangsa. Namun apakah para pemuda sekarang memang lagi tidak sadar akan keadaan dirinya karena internet dan narkoba?

Dari sisi lain memang ada beberapa dari pemuda – remaja yang berprestasi namun apakah prestasi mereka ini layak diperhitungkan dengan kebesaran nama bangsa dan luasya wilayah Indonesia dan dibanding negara tetangga? Lihat saja diperingkat berapa kita di Sea games, Asian games? Olimpiade? Prestasi kita melorot apa naik?

Makna Sumpah pemuda ditahun 2015 tidak ada sama sekali kalau para pemudanya hanya malas malasan dengan main games online tak kenal waktu, main medos online tak kenal waktu, brosing internet tak kenal waktu pada konten porno dan hal yang merusak lainnya, berteman dengan rokok, minuman keras dan narkoba. Bila ini yang terjadi maka tidak salah kalua Negara lambat laun akan hancur. Tanda tanda sudah dekat terlihat dengan banyaknya permasalahan negara seperti yang telah disebutkan di atas.

Gerakan pemuda seperti 28 oktober 1928 ditahun 20015 ini sungguh dirindukan. Kesadaran diri bahwa setiap pemuda akan membawa dampak pada negara harus ada pada setiap pemuda. Di tahun 2015 ini gerakan penuda seperti sumpah pemuda 28 Oktober 1928 akan sangat bermakna bila para pemuda dan seluruh bangsa menyadarinya dan kemudian membuat gerakan bersama dalam persatuan membangun bangsa dengan rasa nasionalisme dan solidaritas untuk kepentinagn bersama dan meninggalkan kepentingan pribadi, suku, ras, agama maupun golongan.

Gerakan yang seyogyanya dapat digelorakan dan dimotori oleh para pemuda walaupun Nampak sederhana seperti: Bersama sama tinggalkan narkoba, minuman keras, rokok, games online, sosmed internet yang tidak perlu, menyukai makanan asli daerah, menyukai produksi dalam negeri, senang dengan berbahasa Indonesia yang baik, peduli pada lingkungan sosial. Nilai positip lain yang harus selalu menjadi pakaian para pemuda adalah sopan, jujur, rendah hati, ramah, rajin belajar /bekerja, suka kerja keras, amanah dll.

Selamat Berjuang Para Pemuda,
Dan nanti pada tanggal 28 Oktober 2015 Selamat Merayakan Hari Sumpah Pemuda.


DAFTAR PUSTAKA

ade mayrani yuniar, 2013. “Dampak Negatif Internet Bagi Pelajar”  Karya Ilmiah untuk sekolah. Website: http://adeemayraniiyuniarr.blogspot.co.id/

Andina Librianty, 2014. “420 Juta Orang di Dunia Kecanduan Internet” Liputan6.com. website: http://tekno.liputan6.com/read/2150652/420-juta-orang-di-dunia-kecanduan-internet

Beritasore.com, 2011. “80 Persen Kriminalisasi Remaja Akibat Internet”. website: http://beritasore.com/2011/05/13/80-persen-kriminalisasi-remaja-akibat-internet/

Jakarta.go.id, 2015 “Sumpah Pemuda”. Jakarta.go.id Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta.  © 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta. Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221) 3822255 Fax: (+6221) 3822255 Website: http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/3036/Sumpah-Pemuda

Merdeka.com, 2014. “Pengguna narkoba di Indonesia pada 2015 capai 5,8 juta jiwa”. Website: http://www.merdeka.com/peristiwa/pengguna-narkoba-di-indonesia-pada-2015-capai-58-juta-jiwa.html

Republika.co.id, 2013. “Jangan Sampai Anak Kecanduan Internet, Ini Bahayanya” website: http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/09/23/mtjuqw-jangan-sampai-anak-kecanduan-internet-ini-bahayanya

Resty Armenia, 2015 “Jelang MEA 2015, Mendag Ungkap Delapan Masalah Ekonomi Bangsa”
Resty Armenia, CNN Indonesia. Website: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150427085022-92-49376/jelang-mea-2015-mendag-ungkap-delapan-masalah-ekonomi-bangsa/

Revolusimentalindonesi.wordpress.com, 2015. “10 Permasalahan Utama Bangsa Indonesia Tahun 2015” Website: https://revolusimentalindonesia.wordpress.com/2015/09/03/10-permasalahan-utama-bangsa-indonesia-tahun-2015/

Shu Xian, 2013. “Dampak Internet bagi Remaja” Website: http://beginner333.blogspot.co.id/

Sinar Harapan.co, 2015. “Belasan Ribu Pemuda Sumsel Konsumsi Narkoba” Tersebar di 17 kabupaten dan kota. Website: http://www.sinarharapan.co/news/read/150723197/belasan-ribu-pemuda-sumsel-konsumsi-narkoba

Sinarharapan.co, 2015. “Korban Mati Narkoba Didominasi Pemuda” Tiap harinya 40 orang meninggal karena narkoba. Website: http://www.sinarharapan.co/news/read/150724169/korban-mati-narkoba-didominasi-pemuda

Teknokompi, 2012. “Penyalahgunaan Internet Oleh Remaja” website: https://teknokompi.wordpress.com/2012/04/27/penyalahgunaan-internet-oleh-remaja/

Wikipedia, 2015. “Sumpah Pemuda”. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Website: https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Wowkeren.com, 2014. “80 Persen Remaja Indonesia Kecanduan Internet”. Website: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00046680.html

Penulis: Drh. Giyono Trisnadi

PENTING UNTUK PETERNAKAN: